Do mikado, dan Damdam Deli

 

Do mikado, mikado, eska, eskado, eskado bela beli, brik, brik, one-two-three-FOUR

Pernah denger lagu ini kan?. Ya lagu ini di mainkan berkelompok dengan membuat lingkaran dengan tangan terbuka saling menyambung Tangan kiri berada di bawah tangan kanan rekan yang berdiri di kiri, dan tangan kanan berada di atas tangan kiri rekan yang berdiri di kanan.

Sambil menyanyikan lagu domikado sambil menepukkan tangan kanan ke tangan kiri rekan yang di sebelah kirinya, secara berantai. Ronde berakhir saat lagu berakhir dan anak yang terkena bagian akhir lagu harus keluar.

ketika menyisakan dua orang lagu yang dimainkan pun berubah menjadi

Damdam deli, damdam oe oe  

 (kedua pemain sambil bertepukan tangan kanan)
Cis cis deli, cis cis oe oe        

( kedua pemain sambil bertepukan tangan kiri)
Jimi jimi takabel, takabel ..        

 (kedua pemain sambil bertepukan kedua tangan)
ISDET!    

 (diakhiri dengan suit)

yang menentukan siapa pemenang dari permainan tersebut adalah yang menang ketika suit di akhir permainan. menyenangkan bukan? :)

 

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook

Pletokan Bambu

Pernah dengar nama pletokan bambu? kalau anda tinggal dan mengalami masa kecil di Jakarta. anda pasti tak asing lagi dengan nama itu. tapi tak hanya di jakarta permainan ini sangat populer di seluruh wilayah Indonesia dengan nama yang beragam tentunya.

Permainan ini menggunakan bambu sebagai bahan utama pembuatannya dan siapa pun bisa membuatnya dengan mudah. Pletokan dibuat dari bambu, panjang sekitar 30 cm dengan diameter 1/2 sampai 1 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok.

Cara bermainnya pun sangat mudah pertama peluru dimasukkan dengan batang penolak sampai ke ujung laras. Peluru kedua dimasukkan dan ditolak dengan batang penolak. Peluru kedua ini mempunyai dobel fungsi. Fungsi pertama sebagai klep pompa untuk menekan peluru pertama yang akan ditembakkan. Fungsi kedua menjadi peluru yang disiapkan untuk ditembakkan berikutnya. Tembakan ini akan menimbulkan bunyi pletok dan peluru terlontar bisa sampai 5 meter dan relatif lurus. Permainan ini sering dimainkan untuk perang-perangan.

 

Gambar: boleh comot dari google

Share on Facebook

Main Adu Biji Karet

Pernah dengar yang namanya biji karet? iya Biji yang banyak terdapat di kebun karet ini bisa dijadikan mainan.

Permainan adu biji karet namanya. permainan ini sangat populer pada jamannya dan sekarang memang agak jarang ditemukan.

Permainan ini dimainkan oleh dua orang anak yang masing-masing memegang biji karet jagoan mereka.

Cara memainkannya pun cukup mudah diawali dengan suit dan siapa yang menang dia yang jalan terlebih dahulu. dan yang kalah harus merelakan biji karet jagoannya ditaruh dibawah biji karet jagoan yang jalan terlebih dahulu. Lalu biji karet itu ditumbuk dengan telapak tangan bagian bawah. dan jika belum ada yang pecah mereka bergantian menumbuk biji karet jagoan masing-masing sampai salah satu biji karet tersebut ada yang pecah. dan yang pecah lah yang kalah.

Pembaca pasti pernah dengar atau bahkan memainkan adu biji karet tersebut :D

Share on Facebook

Mainan Perahu Otok-otok

Masih ingat dengan perahu otok-otok? atau paling tidak pasti mengenali gambar yang ada di atas. ya perahu otok-otok dahulu adalah mainan yang sangat populer dimainkan anak-anak Indonesia.

Dulu perahu ini banyak di jumpai di pasar tradisional tetapi kini kian jarang di temukan seiring berubahnya trend mainan anak-anak jaman sekarang.

Cara memainkannya pun cukup unik kapas yang berada di dalam perahu otok-otok di beri minyak sayur/goreng lalu dibakar dan taruh di air biasanya di baskom berisi air maka perahu itu akan berjalan dengan sendirinya sambil mengeluarkan bunyi tok tok tok tok dan senjata di depan perahu ikut bergoyang-goyang.

Mainan yang terbuat dari seng ini dulu sempat menjadi trend dan menjadi mainan “wajib” bagi anak-anak jika kepasar biasanya akan merengek kalau bertemu penjual perahu ini.

Pembaca pasti pernah punya mainan ini :)

Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak

Foto: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=476332996

Share on Facebook

Ular Naga Panjang

Ular naga panjangnya bukan kepalang
Menjalar-jalar selalu kian kemari
Umpan yang lezat itulah yang dicari
Ini dianya yang terbelakang

Pasti tau lagu atau paling tidak pernah dengar denga lagu diatas?. Iya lagu ini sangat populer untuk mengiringi permainan ular naga panjang yang dimainkan oleh anak-anak dengan berkelompok.

Permainan ini dimainkan secara berkelompok dua orang anak menjaga gerbang dan sisanya membentuk barisan seperti ular.

Sambil menyanyikan lagu diatas mereka berputar sambil melewati terowongan atau gerbang yang dijaga dua orang tersebut dan ketika lagunya habis dua penjaga gerbang menangkap salah satu anak untuk di jadikan penjaga berikutnya. dan si anak tersebut memilih untuk ditempatkan di salah satu gerbang dan seterusnya.

Pernah main ular naga panjang?

Foto: http://archive.kaskus.us/thread/3619288

Share on Facebook

Dampu, lempeng, éngklék, téklék, ingkling, sundamanda / sundah-mandah, jlong jling, atau taplak

Dampu atau juga disebut ciplak gunung, lempeng, éngklék, téklék, ingkling, sundamanda / sundah-mandah, jlong jling, atau taplak,  adalah permainan anak tradisional yang populer di Indonesia, khususnya di masyarakat pedesaan.

Permainan ini dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Di setiap daerahnya dikenal dengan nama yang berbeda. Terdapat dugaan bahwa nama permainan ini berasal dari “zondag-maandag” yang berasal dari Belanda dan menyebar ke Indonesia pada jaman penjajahan, walaupun dugaan tersebut belum mutlak kebenarannya.

Dampu biasanya dimainkan oleh anak-anak, dengan dua sampai lima orang peserta. Di Jawa, permainan ini disebut engklek dan biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan yang serupa dengan peraturan berbeda di Britania Raya disebut dengan hopscotch. Permainan hopscotch tersebut diduga sangat tua dan dimulai dari zaman Kekaisaran Romawi.

Cara Bermain Dampu yang umum adalah dengan cara peserta permainan ini melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah digambar sebelumnya di tanah.

Untuk dapat bermain, setiap anak harus berbekal gacuk yang biasanya berupa sebentuk pecahan genting, yang juga disebut kreweng atau taplak, yang dalam permainan, gacuk ini ditempatkan di salah satu petak yang tergambar di tanah dengan cara dilempar, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak / ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.

Pemain yang telah menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu, berhak memilih sebuah petak untuk dijadikan “sawah atau bintang” mereka, yang artinya di petak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak itu dengan kedua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki kotak paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.

Share on Facebook

Gundu Atau Kelereng

Gundu atau kelereng adalah mainan yang tak asing dan sering kita lihat ketika acara tujuh belasan.Sebenarnya gundu banyak jenis  dan permainannya selain jenis gundu biasa jenis lain yang sering kita dengar adalah Kalbom yaitu gundu yang berwarna pekat dan biasanya gundu itu dimainkan sebagai jagoan.

 

Banyak jenis permainan gundu yang kita kenal

  • Aduan

Menjadikan gundu sebagai aduan dengan menyentil gundu untuk mengenai gundu lawan dan gundu yang kena diambil oleh pemenang tekniknya pun bermacam-macam. Ada Lemparan yaitu melempar gundu jauh-jauhan untuk menentukan siapa yang jjalan terlebih dahulu. Tektokan Memantulkan gundu ke tembok untuk melihat siapa yang terjauh dia yang jalan terlebih dahulu.

Teknik memainkan gundu aduan ini pun bermacam-macam pasti pernah dengar istilah-istilah Sport menyentil gundu sambil berdiri, Stik jarak sejengkal berarti dia yang menang, Megang getik jika gundu kepegang berarti dia kalah.

  • Balap Gigit Gundu

Permainan gundu jenis ini pasti sering kita lihat di acara Tujuh Belasan atau perayaan kemerdekaan Negara republik Indonesia. Caranya gundu di taruh diatas sendok lalu pemain membawa gundu tersebut sampai garis finish dan yang terlebih dahulu sampai dia yang menang.

  • Taruhan 

Biasanya permainan ini di mainkan beramai-ramai gundu taruhan di letakkan di sebuah lingkaran dan pemain sebisa mungkin mengeluarkan gundu tersebut keluar lingkaran dan gundu yang keluar lingkaran menjadi miliknya.

  • Tebak Gundu

Permainan ini mengandalkan intuisi untuk menebak berapa jumlah gundu yang berada di genggaman kelompok yang bermain dan yang berhasil menebak gundu itu menjadi miliknya.

Dan sebenarnya masih banyak jenis dan cara bermain gundu di Indonesia tapi Cara bermain dan jenis yang saya terangkanlah yang umum dimainkan. Selamat bernostalgia  :D

 

Share on Facebook

GATRIK (TAK KADAL)

Pernah dengar gatrik atau Tak Kadal?. Permainan ini adalah permainan tradisional Indonesia yang populer di jamannya dan sekarang mulai tergerus oleh mainan-mainan modern.

Permainan dimulai dengan membuat dua kelompok. Lalu seperti pada umumnya permainan tradisional, yakni suit, atau melemparkan kayu Gatrik pendek ke wok. Siapa yang masuk atau paling dekat deket dengan wok main dulu, sementara kelompok yang lain menjadi penjaga. Wok adalah lubang tanah buatan yang dibentuk untuk menjalankan permainan ini. Pada permainan Gatrik, wok berbentuk garis pendek sekitar 5-10cm. Wok juga dapat digantikan dengan menyusun batu sandaran gatrik pendek (seperti di gambar).

Adat tiga babak permainan. Pertama adalah menyilangkan gatrik pendek di atas wok dan siap dilempar dengan gatrik panjang. Tugas lawan adalah menjaga lemparan gatrik pendek, sebisa mungkin untuk ditangkap agar dia bisa bermain gatrik. Jika tidak bisa menangkap, masih ada satu kesempatan lagi dengan melemparkan gatrik pendek ke gatrik panjang. Bila kena, kelompok penjaga ganti memainkan gatrik.

Bila masih kalah, maka masuk babak kedua. Gatrik panjang dan pendek dipegang oleh pemain gatrik, dan gatrik pendek dipukul keras-keras dengan gatrik panjang. Gatrik pendek akan terlempar dan penjaga bersiap menangkap. Bila tertangkap, ia mendapat nilai yang telah disepakati dan mempunyai peluag untuk bermain gatrik. Bila tidak, ia melemparkan gatrik pendek sebisa mungkin mendekati wok, agar pemain gatrik tidak mempunyai jarak per-gatrik pendek untuk mendapatkan nilai.

Babak terakhir adalah apa yang disebut gepok lele, yakni menaruh gatrik pendek sejajar dengan wok, dipukul bagian ujung hingga terlempar naik, lalu segera dipukul lebih keras lagi ke depan. Penjaga tetap bertugas menangkap gatrik pendek. Bila tidak tertangkap, pemain gatrik tinggal menghitung jarak pukulan yang dihasilkan antara gatrik pendek dengan wok. Jarak yang diukur dengan gatrik pendek itu menjadi nilai pemain yang menentukan kemenangannya bermain gatrik.

Permainan ini pun sangat banyak manfaatnya selain mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan linkungannya permainan ini juga mengajarkan anak berhitung dan berjiwa besar (ketika menerima kekalahan).

Share on Facebook

Permainan Gasing

Gasing / Gangsing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.
Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan. Continue reading

Share on Facebook